Apa Itu Simpangan Rata-rata? Yuk, Kita Cari Tahu

Rumus Simpangan Rata-rata, Cara Menghitung, dan Contoh Soal

Deviasi mean atau yang disebut dengan istilah simpangan rata rata, merupakan sebuah nilai rata-rata dari sellisih pada setiap data dengan nilai mean (rata-rata hitungan).

Adapun mengenai penggunaan simpangan srata-rata yang juga masih bagian dari cara mencari ukuran penyebaran data, seperti simpangan baku atau standar deviasi.

Dengan kata lain simpangan rata-rata kerap digunakan untuk mengetahui seberapa jauh nilai penyimpangan dan bagaiman penyebaran data yang akan diolah.

Nah, untuk mengetahui lebih jelasnya lagi mengenai cara kerja simpangan rata-rata, mending kita simak saja langsung ulasannya di bawah ini.

Rumus Simpangan Rata rata

Bagaimana agar kita dapat mengetahui nilai simpangan rata-rata? Untuk mengetahuinya, kamu hanya tinggal menjumlahkan semua nilai mutlak simpangan, kemudian bagi dengan banyaknya nilai data.

Akan tetapi, rumus simpangan baku dibedakan lagi menjadi dua metode seperti berikut:

  1. Simpangan Rata-rata Data Tunggal

Keterangan:

  • SR = simpangan rata-rata
  • X = data ke-i, ada juga yang menyimbolkan dengan xi
  • x dengan aksen garis di atas = nilai rata-rata data
  • n = banyak data

Disini kamu bisa langsung mempraktekan rumusnya langsung kedalam contoh soal seperti berikut:

Simpangan rata-rata dari data 9, 3, 7, 8, 4, 5, 4, 8 adalah?

Diketahui:

  • n = 8

kamu hanya tinggal mencari x dengan aksen garis pada atasnya (nilai rata-ratanya terlebih dulu. Caranya dengan membagi jumlah semua data dari banyaknya data.

Jadi:

  • x aksen = 9 + 3 + 7 + 8 + 4 + 5 + 4 + 8 : 8
  • x aksen = 48 : 8 = 6
  • Maka, x aksen = 6

Jika sudah demikian, barulah kamu dapat mencari simpangan rata-rata seperti dibawah ini:

itu artinya, simpangan rata-rata dari data tunggal tersebut adalah 2. Dilihat dari cara kerjanya, rumus simpangan rata-rata ini sangat mirip dengan metode menghitung pada umumnya.

  1. Rumus Simpangan Rata-rata Data Kelompok

Pada rumus Simpangan Rata-rata Data Kelompok, maka kamu tidak dapat menggunakan rumusnya jika yang dicari simpangan rata-ratanya termasuk data kelompok.

Jadi, data dengan jumlah banyak yang tersedia dalam bentuk tabel frekuensi. Namun, kamu bisa menggunakan rumus khusus untuk menyelesaikannya seperti dibawah ini:

Keterangan:

  • SR = simpangan rata-rata
  • xi = data ke-i
  • x aksen = nilai rata-rata data
  • fiatau f = total frekuensi data

Interval Nilai:

  • 1 – 3
  • 4 – 6
  • 7 – 9
  • 10 – 12
  • 13 – 15

Frekuensi:

  • 10
  • 6
  • 5
  • 5
  • 4

Agar bisa mencari simpangan rata-rata dari data tersebut, maka kamu harus mencari terlebih dulu nilai tengah (xi).

Hal itu bukan tanpa alasan, karena diakhir nanti kamu akan membutuhkan nilai x aksen yang didapat dari xi dikali fi. Maka penilaiannya seperti berikut:

Interval Nilai:

  • 1 – 3
  • 4 – 6
  • 7 – 9
  • 10 – 12
  • 13 – 15

Frekuensi (fi):

  • 10
  • 6
  • 5
  • 5
  • 4

Nilai Tengah (xi):

  • 2
  • 5
  • 8
  • 11
  • 14

Fi.xi:

  • 20
  • 30
  • 40
  • 55
  • 56

Total:

  • fi 30 –  fi.xi 201

setelah itu, lanjut x aksen yang bisa dicari melalui rumus seperti berikut:

 

Dengan demikian, maka hasilnya adalah 6,7. Tahap berikutnya, kamu harus mencari simpangan rata-rata pada masing-masing interval data guna menentukan Σfi xi-x aksen pada rumus.

Demikianlah penjelasan singkat mengenai rumus simpangan rata-rata, sehingga bisa kamu jadikan sebagai bahan penambah wawasan.